Kemajuan Musik Digital dan Pengaruhnya pada Generasi Muda Saat Ini

 

Kemajuan Musik Digital dan Pengaruhnya pada Generasi Muda Saat Ini



Era perkembangan teknologi ternyata juga mempengaruhi dunia industri musik. Budaya musik mengalami perubahan cepat pada sejumlah tingkatan: produksi suara, distribusi, konsumsi, dan industri musik yang lebih luas, semua berubah oleh teknologi digital, sesuai dengan pola sosial dan budaya. Dengan adanya kemajuan era digital saat ini, anda tidak perlu lagi kerepotan mendengarkan musik dimanapun dan kapanpun. Secara langsung, kecanggihan teknologi tersebut juga semakin memudahkan anda untuk mengunduh lagu yang diinginkan dan mendengarkannya secara bebas.  

Musik digital merupakan reproduksi suara Jodie dari sinyal digital yang telah diubah keasalnya menjadi sinyal analog, perekaman suara digital dengan cara pengkodean angka biner hasil dari perubahan sinyal suara analog dengan bantuan frekuensi sampling. Musik digital dapat juga berasal dari suara sintesis, contoh peralatan sumber suara sintetis MIDI merupakan sumber suara digital berbagai instrumen musik yang dapat dimainkan oleh pemusik. Bentuk penyimpanan sinyal digital dalam media berbasis teknologi komputer. Format digital dapat menyimpan data dalam banyak akbar, jangka panjang dan berjaringan luas.

 

Sejarah Perkembangan Musik

Tahun 1991 - 2000

  • Tahun 1991, Para peneliti dari "The fraunhofer Institute" berhasil menciptakan sebuah kompresi file MP3. MP3 merupakan kependekan dari MPEG Audio Layer III. dan MPEG merupakan kependekan dari Motion Pictres Expert Group yang merupakan sebuah standar dalam penampilan video dan audio menggunakan lossy compression.
  • Februari 1999, Sebuah perusahaan rekaman yang bernama SubPop menjadi perusahaan pertama yang mendistribusikan produk musiknya dalam bentuk format MP3.

 

Tahun 2001 – 2010

  • Tahun 2001, Gelombang pertama dari layanan subscribe legal diresmikan, layanan ini meliputi Rhapsody, Pressplay, dan MusicNet. Sementara itu Apple meluncurkan iPod. Dimana, model iPod pertamanya mampu melakukan penyimpanan sebesar 5 GB untuk musik (sekitar 1000 lagu). Pada saat tahun bersamaan juga Shazam sebuah layanan pengenalan Mobile music diluncurkan.
  • Tahun 2009: iTunes mengumumkan secara penuh untuk penggunaan DRM-free dan variabel pricing. Spotify diterbitkan secara resmi di Inggris, dan pada akhir tahun 2009 penggunanya telah mencapai 7 juta pengguna.
  • Tahun 2010: pada bulan Juli, telah tercatat 500 juta penjualan untuk album digital. Apple mengumumkan telah mencapai 10 miliar download lagu yang terjadi di iTunes.

 

Tahun 2011 – Sekarang

  • Tahun 2011: Vevo diluncurkan di Inggris pada bulan Juli. Sedangkan di Amerika sudah ada sejak tahun 2009.
  • Tahun 2013: Setiap bulannya terdapat 1 miliar penonton di Youtube, Bulan Agustus, Google meluncurkan Google Music Play.
  • Tahun 2015: Spotify mendapatkan "music intelegent company" yang bernama the Echo Nest untuk mengimprovisasi fitur lagu yang direkomendasikan.
  • Tahun 2016: Pengguna Apple music mencapai 10 juta pengguna.

Pengaruhnya Pada Generasi Muda

Mungkin anda mengenal aplikasi yang bernama Joox, Sportify dan sejenisnya. Aplikasi-aplikasi tersebut memiliki fokus di bidang jasa penyedia musik. Pengguna layanan streaming musik kebanyakan berusia muda. Dalam laporan 2016 lalu, penyedia layanan streaming musik JOOX menyebut lebih dari 80% pengguna di Asia Tenggara berusia di bawah 35 tahun. Hal ini menunjukkan anak muda bakal menjadi pasar potensial bagi pelaku layanan streaming musik ke depannya. JOOX menangkap potensi tersebut dengan memosisikan diri sebagai penyedia layanan yang menyenangkan, digital, dan berjiwa muda.   

Disamping itu, ternyata musik juga membawa dampak positif dalam kehidupan sehari-hari baik dari segi sosial, ataupun psikologinya, mulai dari tingkah laku, maupun terhadap tingkat emosional seseorang pendengarnya. Karena sebuah musik akan lebih kuat dan bermakna apabila diiringi dengan emosi yang kuat didalamnya. Terlebih lagi jika ditambah lagi dengan lirik yang penuh makna. Dengan musik sebagai sarana pengendali emosi. Dimana, seseorang dapat dengan mudah mengekpresikan diri serta perasaannya. Dan hal tersebut terbukti, seperti yang telah banyak ditemui saat ini. Banyaknya dari generasi muda yang mengekspresikan dirinya melalui mudik, dan menghasilkan karya.

Namun, dibalik dampak positif tersebut, musik sendiri juga mempunyai dampak negatif yang sangat fatal tingkat emosional itu sendiri terutama bagi kaula muda, dimana emosi mereka yang masih sering naik turun tidak menentu. Belum lagi jika berbicara tentang musik yang dari berbagai belahan dunia. Mereka bahkan ada yang tanpa ragu menampilkan adegan maupun kata-kata yang kasar didalam lagu visualnya. Pengaruh dari visual dari musik secara bersama-sama memiliki peran serius dalam membentuk pola perilaku terhadap pendengarnya. Ditambah lagi jika ditelaah lebih dalam, pada era sekarang ini generasi muda milenial cenderung meninggalkan nilai budaya dan agama. Namun sebaliknya mereka lebih mementingkan mengejar nilai-nilai kebebasan, bahkan hedoisme.

Ada beberapa penelitian menunjukkan bahwa musik juga mempunyai dampak negatif yang mengerikan terhadap psikologis pendengarnya. Yakni yang pertama, penelitian yang dilakukan Journal of the American Academy of child and adolescent Psychiatry mengemukakan bahwa musik dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya bunuh diri. Para peneliti juga menambahkan bahwa efek lain yang timbul dari musik yang didengar oleh para kaula muda dapat menimbulkan depresi dan tindakan kriminal. Penelitian yang kedua yaitu dari University of California, musik dinilai menjadi salah satu penyebab pengaruh buruk terhadap seksual pada remaja yang disebabkan dari pengaruh video music.

 



REFERENSI

https://www.kompasiana.com/variadesy7917/5e1849fed541df546f24a434/musik-milenial-di-era-4-0

https://sufyan97.blogspot.com/2017/09/sejarah-perkembangan-musik-digital.html

https://katadata.co.id/muhammadridhoi/analisisdata/5fe021d22b87e/wajah-baru-industri-musik-di-era-digital

https://www.nataconnexindo.com/blog/perkembangan-dunia-musik-indonesia-di-era-digital

Komentar

Postingan Populer